BOLAZONE — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mulai mempersiapkan langkah berikutnya untuk Timnas Putri U-17 Indonesia setelah rangkaian pertandingan Srikandi Merdeka Cup 2026. Skuad Garuda Pertiwi akan menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2027.
Rencana tersebut disampaikan anggota Komite Eksekutif PSSI Vivin Cahyani Sungkono. PSSI saat ini telah menyiapkan beberapa opsi lokasi untuk TC, yaitu Kudus, Yogyakarta, dan Sentul, meski lokasi final belum ditentukan.
Persiapan ini menjadi penting karena Indonesia akan menghadapi persaingan yang cukup berat di Grup B Kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2027. Indonesia berada satu grup dengan Singapura, Arab Saudi, dan Bahrain.
PSSI Mulai Menyusun Program TC
PSSI tidak ingin persiapan dilakukan secara mendadak.
Menurut Vivin, pemusatan latihan akan menjadi bagian penting dari persiapan menuju pertandingan kualifikasi yang berlangsung di Singapura pada Oktober mendatang. Tiga lokasi telah menjadi pertimbangan PSSI, yakni Kudus, Yogyakarta dan Sentul.
Belum ditentukan lokasi mana yang akhirnya dipilih. Namun, pilihan tersebut menunjukkan bahwa PSSI mulai memikirkan kebutuhan tim secara lebih serius, termasuk fasilitas latihan dan kesiapan pemain.
Program TC nantinya juga akan menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melakukan evaluasi terhadap pemain yang tampil dalam berbagai pertandingan sebelumnya.
Srikandi Merdeka Cup Jadi Bahan Evaluasi
Salah satu turnamen yang menjadi bahan evaluasi adalah Srikandi Merdeka Cup 2026.
Indonesia menurunkan dua tim U-16 dalam turnamen tersebut. Ajang ini memang tidak hanya ditujukan untuk mengejar hasil pertandingan, tetapi juga menjadi sarana bagi pemain muda Indonesia mendapatkan pengalaman internasional.
Tim Garuda Pertiwi yang ditangani Timo Scheunemann bahkan sempat menunjukkan performa yang sangat menjanjikan.
Pada pertandingan pembuka Grup A, Indonesia berhasil menghancurkan Arab Saudi dengan skor 7-0. Kemenangan besar tersebut memperlihatkan potensi pemain muda Indonesia ketika menghadapi lawan dari kawasan Asia.
Performa tersebut membuat PSSI semakin optimistis dengan kemampuan generasi muda sepak bola putri Indonesia.
PSSI Optimistis Indonesia Bisa Bersaing
Vivin Cahyani sebelumnya menyampaikan keyakinannya bahwa Timnas Putri U-16 Indonesia memiliki peluang untuk bersaing dalam Kualifikasi Piala Asia U-17 2027.
Optimisme tersebut muncul setelah PSSI melihat langsung penampilan pemain dalam Srikandi Merdeka Cup. Vivin menilai ada sejumlah pemain yang mampu tampil di luar ekspektasi dan memberikan gambaran positif mengenai potensi skuad masa depan Indonesia.
PSSI juga melihat meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola putri.
Pertandingan Indonesia di Srikandi Merdeka Cup tidak hanya mendapatkan dukungan dari penonton yang datang langsung ke stadion. Siaran pertandingan melalui platform digital juga menarik perhatian besar. ANTARA melaporkan pertandingan Indonesia mendapat lebih dari 100.000 penonton secara online pada salah satu laga.
Angka tersebut menjadi sinyal bahwa sepak bola putri Indonesia memiliki potensi untuk mendapatkan basis penggemar yang lebih besar.
Indonesia Berada di Grup B
Tantangan berikutnya tentu jauh lebih serius.
Berdasarkan jadwal resmi AFC, Indonesia berada di Grup B bersama:
- ๐ฎ๐ฉ Indonesia
- ๐ธ๐ฌ Singapura
- ๐ธ๐ฆ Arab Saudi
- ๐ง๐ญ Bahrain
Seluruh pertandingan grup akan berlangsung di Singapura.
Indonesia dijadwalkan mengawali perjalanan kualifikasi dengan menghadapi Bahrain pada 5 Oktober 2026.
Tiga hari kemudian, Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober. Setelah itu, pertandingan terakhir grup mempertemukan Indonesia dengan Singapura pada 11 Oktober 2026.
Dengan format pertandingan yang berlangsung dalam waktu relatif berdekatan, kondisi fisik pemain akan menjadi salah satu faktor penting.
Jadwal Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-17
Berikut jadwal yang sudah ditetapkan AFC:
| Tanggal | Pertandingan |
|---|---|
| 5 Oktober 2026 | ๐ฎ๐ฉ Indonesia vs Bahrain ๐ง๐ญ |
| 8 Oktober 2026 | ๐ธ๐ฆ Arab Saudi vs Indonesia ๐ฎ๐ฉ |
| 11 Oktober 2026 | ๐ฎ๐ฉ Indonesia vs Singapura ๐ธ๐ฌ |
Seluruh pertandingan Grup B akan dimainkan di Singapura.
Situasi ini sebenarnya memberikan keuntungan tersendiri karena Indonesia tidak perlu melakukan perjalanan jauh antarnegara selama pertandingan grup.
Namun, bermain di negara yang sama dengan tuan rumah juga berarti Indonesia harus siap menghadapi atmosfer yang kemungkinan lebih menguntungkan Singapura.
Arab Saudi Bukan Lawan yang Bisa Diremehkan
Salah satu lawan yang menarik perhatian adalah Arab Saudi.
Indonesia memang berhasil mengalahkan Arab Saudi 7-0 dalam Srikandi Merdeka Cup. Namun, hasil tersebut tidak boleh membuat skuad Indonesia terlalu percaya diri.
Arab Saudi sendiri mengikuti Srikandi Merdeka Cup sebagai bagian dari persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Pelatih Arab Saudi Aikaterini Falida menyebut turnamen tersebut sebagai kesempatan untuk menghadapi persaingan dengan level yang lebih tinggi.
Artinya, ketika bertemu kembali pada Oktober nanti, Arab Saudi kemungkinan sudah melakukan evaluasi dan perbaikan.
Indonesia harus menganggap pertandingan tersebut sebagai pertandingan baru dengan tingkat tekanan yang berbeda.
Pengalaman Srikandi Merdeka Cup Sangat Berharga
Salah satu keuntungan terbesar yang diperoleh Indonesia dari Srikandi Merdeka Cup adalah pengalaman bertanding melawan tim-tim internasional.
Bagi pemain muda, pengalaman seperti ini sangat penting.
Mereka tidak hanya belajar mengenai aspek teknis, tetapi juga bagaimana menghadapi tekanan, menjaga konsentrasi, bermain di depan penonton dan beradaptasi dengan karakter permainan lawan dari negara berbeda.
Program Director Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono juga berharap dukungan positif terhadap sepak bola putri terus berkembang. Menurutnya, meningkatnya dukungan masyarakat dapat membantu perkembangan sepak bola putri Indonesia ke depannya.
Evaluasi Tidak Hanya Berdasarkan Hasil
Menariknya, PSSI tampaknya tidak hanya melihat skor akhir dalam menentukan perkembangan pemain.
Hal tersebut terlihat dari komentar mengenai performa dua tim Indonesia di Srikandi Merdeka Cup. PSSI menyatakan puas dengan performa dua tim putri U-16 yang tampil dalam turnamen tersebut.
Pendekatan seperti ini penting dalam pembinaan pemain usia muda.
Kemenangan 7-0 memang memberikan kepercayaan diri, tetapi pertandingan sulit juga memberikan pelajaran yang tidak kalah penting.
Contohnya, Putri Nusantara berhasil menang 3-1 atas Yordania, tetapi tetap gagal lolos ke semifinal karena kalah selisih gol meskipun mengoleksi jumlah poin yang sama dengan Yordania. Pelatih Takumi Taniguchi tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras pemainnya.
Situasi tersebut memberikan pelajaran bahwa sepak bola usia muda bukan hanya mengenai hasil pertandingan, tetapi juga konsistensi dan kemampuan mengelola pertandingan.
Timo Scheunemann dan Tantangan Berikutnya
Timo Scheunemann menjadi salah satu sosok penting dalam proses pengembangan skuad muda putri Indonesia.
Penampilan Garuda Pertiwi di Srikandi Merdeka Cup memberikan gambaran mengenai karakter permainan yang ingin dikembangkan.
Indonesia mampu bermain agresif, menekan lawan dan menciptakan banyak peluang. Performa tersebut menjadi modal penting sebelum menghadapi kompetisi resmi AFC.
Namun, level kualifikasi tentu berbeda.
Lawan akan memiliki persiapan lebih matang dan tekanan pertandingan akan jauh lebih besar. Karena itu, masa TC menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk memperbaiki kelemahan sekaligus menentukan komposisi pemain terbaik.
Target Indonesia di Kualifikasi Piala Asia
Target utama Indonesia tentu adalah bersaing untuk mendapatkan tiket ke putaran berikutnya.
PSSI sebelumnya menyatakan optimistis Indonesia mampu bersaing dalam kualifikasi.
Akan tetapi, jalan menuju target tersebut tidak mudah.
Indonesia harus mampu tampil konsisten dalam tiga pertandingan. Kesalahan kecil bisa berdampak besar karena pertandingan grup berlangsung dalam waktu singkat.
Pertandingan pertama melawan Bahrain juga akan menjadi sangat penting. Hasil positif pada laga pembuka dapat memberikan momentum sebelum menghadapi Arab Saudi dan Singapura.
Sebaliknya, hasil buruk pada pertandingan pertama akan membuat tekanan meningkat pada dua pertandingan berikutnya.
Generasi Baru Sepak Bola Putri Indonesia
Program Timnas Putri U-17 ini juga memiliki arti lebih besar bagi masa depan sepak bola Indonesia.
PSSI tidak hanya sedang mempersiapkan satu turnamen, tetapi juga membangun jalur pembinaan pemain muda.
Srikandi Merdeka Cup menjadi salah satu contoh bagaimana pemain usia muda diberikan kesempatan menghadapi lawan internasional sebelum masuk ke kompetisi resmi AFC.
Jika program TC, kompetisi internasional dan pembinaan usia muda dapat berjalan secara konsisten, Indonesia berpeluang memiliki lebih banyak pemain putri berkualitas dalam beberapa tahun ke depan.
Yang terpenting adalah menjaga kesinambungan program tersebut.
Kesimpulan
Timnas Putri Indonesia kini mulai memasuki fase persiapan baru menuju Kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2027.
PSSI telah menyiapkan beberapa pilihan lokasi TC di Kudus, Yogyakarta dan Sentul, sementara pertandingan kualifikasi akan berlangsung di Singapura pada Oktober.
Indonesia akan menghadapi Bahrain, Arab Saudi dan Singapura di Grup B. Dengan modal pengalaman dari Srikandi Merdeka Cup dan performa positif Garuda Pertiwi, PSSI memiliki alasan untuk optimistis.
Namun, optimisme tersebut harus diikuti persiapan serius.
TC menjadi kesempatan penting untuk menyusun skuad terbaik, memperbaiki kelemahan dan memastikan Indonesia benar-benar siap menghadapi persaingan Asia.
Jika mampu mempertahankan agresivitas sekaligus meningkatkan konsistensi, Timnas Putri Indonesia memiliki peluang untuk membuat kejutan di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027.








Komentar
Posting Komentar