Pertandingan antara tim nasional Brasil dan Maroko menjadi salah satu laga yang paling dinantikan pada fase grup Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di New York New Jersey Stadium ini bukan hanya mempertemukan dua tim kuat, tetapi juga menjadi debut resmi Carlo Ancelotti sebagai pelatih Brasil di ajang Piala Dunia.
Brasil datang ke turnamen dengan beban besar. Sudah 24 tahun berlalu sejak Selecao terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada tahun 2002. Sejak saat itu, negara dengan koleksi lima gelar juara dunia tersebut terus gagal memenuhi ekspektasi publik sepak bola Brasil. Kini, harapan besar berada di tangan Ancelotti untuk mengakhiri penantian panjang tersebut.
Namun tantangan pertama langsung datang sebelum bola bergulir. Neymar dipastikan absen pada laga pembuka melawan Maroko akibat cedera otot betis yang masih dalam tahap pemulihan. Meski namanya masuk dalam skuad final Piala Dunia 2026, tim medis Brasil belum memberikan lampu hijau untuk memainkan sang kapten.
Absennya Neymar tentu menjadi kehilangan besar bagi Brasil. Pemain berusia 34 tahun itu masih berstatus sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Brasil dan diharapkan menjadi sosok pemimpin dalam upaya merebut gelar keenam. Namun kondisi fisiknya yang belum pulih membuat Ancelotti harus mencari solusi lain di lini serang.
Untungnya, Brasil tetap memiliki banyak pemain berkualitas dunia. Nama-nama seperti Vinicius Junior, Raphinha, Endrick, Matheus Cunha, hingga Igor Thiago siap menjadi tumpuan serangan. Khusus Vinicius Junior, banyak pihak menilai bahwa inilah momen baginya untuk benar-benar menjadi pemimpin generasi baru Brasil di panggung terbesar sepak bola dunia.
Di lini tengah, pengalaman Casemiro dan kreativitas Bruno Guimaraes akan menjadi kunci permainan Brasil. Sementara itu, Marquinhos masih dipercaya memimpin pertahanan yang juga diperkuat Gabriel Magalhรฃes. Kombinasi pemain senior dan talenta muda menjadi kekuatan utama skuad racikan Ancelotti.
Sementara itu, Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi. Setelah mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022, mereka kini tidak lagi dianggap sebagai tim kejutan. Maroko ingin membuktikan bahwa pencapaian empat tahun lalu bukanlah kebetulan.
Kekuatan utama Maroko tetap berada pada organisasi permainan yang disiplin dan kemampuan serangan balik yang mematikan. Dengan sejumlah pemain berpengalaman yang bermain di kompetisi elite Eropa, mereka diyakini mampu memberikan perlawanan sengit kepada Brasil.
Banyak pengamat menilai laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Ancelotti. Selain harus menghadapi lawan yang tangguh, pelatih asal Italia tersebut juga dituntut menunjukkan bahwa Brasil tidak lagi bergantung pada Neymar. Jika mampu meraih kemenangan meyakinkan, kepercayaan diri Selecao dipastikan meningkat untuk menghadapi laga berikutnya melawan Haiti dan Skotlandia.
Bagi para pendukung Brasil, pertandingan melawan Maroko bukan sekadar laga pembuka fase grup. Ini adalah awal perjalanan menuju impian besar meraih gelar juara dunia keenam yang sudah dinantikan selama lebih dari dua dekade.